بسم الله الرحمن الرحيم

"Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang".

Kamis, 25 Maret 2010

PERSIAPAN PERJALANAN ALAM TERBUKA

PERSIAPAN PERJALANAN ALAM TERBUKA

A. KEMAMPUAN DASAR PERJALANAN ALAM TERBUKA

Persiapan dan perencanaan merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan suatu kegiatan alam terbuka. Ada empat kemampuan dasar yang harus dimiliki sebelum melakukan kegiatan perjalanan alam terbuka yaitu:

1. Kemampuan Fisik

Kemampuan Fisik merupakan kemampuan dasar perjalanan yang sangat perlu diperhatikan. Tanpa dukungan kekuatan fisik, keberhasilan perjalanan sangat mustahil untuk dicapai.

2. Kemapuan Teknis

Kemampuan teknis yang efektif dan efisien berupa bekal yang cukup (bukan hanya bahan makanan) yang berkaitan dengan suatu perjalanan alam terbuka yang akan kita lakukan. Dengan persiapan teknis yang baik, akan menunjang perjalanan baik secara fisik maupun mental.

3. Kemampuan Kemanusiaan

Kemampuan Kemanusiaan adalah kemampuan untuk memimpin dan dipimpin, sabr, menjaga konsentrasi dan bersikap positif. Unsure ini sangat penting untuk dijaga dan dijalankan dengan konsisten karena kemampuanini akan meningkatkan rasa percaya diri kita di lapangan.

4. Kemampuan Dalam Pemahaman Lingkungan

Sebelum melakukan perjalanan, kita harus betul-betul mengetahui kondisi lingkungan yang akan kita lalui sebagai langkah preventif terhadap bahaya yang akan datang dari lingkungan tersebut, terlebih lagi lingkungan yang baru dan asing bagi kita.

B. JENIS – JENIS BAHAYA

Menurt salah seorang pendaki senior Indonesia, Alm. Norman Edwin, pada dasarnya bahaya yang terjadi di lapangan disebabkan oleh dua hal yaitu:

a. Bahaya intern atau bahaya subjektif (subjective danger) yaitu bahaya yang datang dari dalam diri sendiri. Bahaya subjektif ini dapat dikurangi dan bahkan dihindari karena kita sendiri yang mengetahuinya.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain:

v Seberapa siap Anda untuk melakukan kegiatan perjalanan alam terbuka?

v Apakah Anda dalam kondisi sehat dan cukup kuat?

v Sudah siapkah mental dan fisik Anda?

v Apakah pengetahuan Anda tentang kegiatan alam bebas sudah cukup?

Hal-hal di tas dapat dipermudah dengan persiapan yang betul-betul mantap, misalnya dengan mempersiapkan diri sebelumnya (TC), mempelajari ilmu pengetahuan tentang aktifitas alam bebas seperti navigasi, survival dan sebagainya.

b. Bahaya ekstern atau bahaya objektif (objective danger) yaitu bahaya yang berasal dari sifat alam. bahaya ini sulit untuk dan diatasi dan tidak dapat diubah karena berada di luar batas kemampuan kita untuk mengatasi menghadapinya, seperti banjir, longsor, udara dingin, kabut, hujan badai, hujan, topografi medan, dan lain sebagainya. Walaupun keadaan seperti ini tidak dapat diuah, namun dapat dikurangi dampak negatifnya dengan mempersiapkan segala sesuatunya dengan baik.

Unsur safety atau keselamatan dan keamanan dalam suatu kegiatan perjalanan terbuka jug harus mendapatkan perhatian sekecil dan sesingkat apapun kegiatan yang akan kita lakukan, sebab sebelum bahaya timbul alangkah baiknya kalau kita terlebih dahulu mengantisipasinya agar bahaya-bahaya yang tadinya kecil tidak menjadi besar dan menghambat perjalanan karena kelalaian kita.

C. HAL – HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN DALAM PERJALANAN ALAM TERBUKA

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam kegiatan perjalanan alam terbuka misalnya:

1. Tujuan perjalanan, tujuan melakukan perjalanan atau kegiatan tentu saja sangat berkaitan dengan perlengkapan yang harus dibawa, baik itu jenis perlengkapannya jumlah sampai beratnya.

2. Informasi daerah tujuan, kita harus mengetahui betul situasi dan kondisi daerah yang akan kita datangi, sebab biasanya ini disesuaikan dengan perlengkapan yang akan kita dawa nantinya. Selain itu, kita dapat mengantisipasi hal-hal yang dapat menghambat perjalanan kita, misalnya daerah yang akan kita datangi adalah daerah yang tidak terdapat banyak air, maka dengan adanya informasi daerah tujuan dari awal kita dapat mengantisipasi masalah tersebut dengan membawa perlengkapan untuk mengambil air yang cukup.

3. Lama waktu, mengetahui lama waktu perjalanan penting sebab akan disesuaikan dengan jumlah perbekalan yang akan kita bawa, namun demikian kita harus membawa perbekalan ekstra (survival kit) untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak kita inginkan, misalnya waktu perjalanan menjadi lebih lama karena bencana alam.

4. Mengetahui keterbatasan untuk membawa, ini berkaitan dengan kondisi tubuh kita sendiri. Patokan untuk mengetahui keterbatasan yaitu dangan memakai rumusan sepertiga (1/3) dari berat badan namun hal ini dapat berubah tergantung kondisi dan kekuatan fisik kita masing-masing.

D. JENIS – JENIS PERLENGKAPAN

Jenis-jenis perlengkapan berdasarkan tiga kelompok besaar yaitu;

1. Perlengkapan Dasar

a. Sepatu/Boots, berguna untuk melindungi tapak kaki sampai mata kaki, syarat-syarat sepatu yang baik adalah:

v Kulit tebal, tidak mudah sobek jika terkena duri. Sebaiknya terbuat dari bahan kulit, bahan kanvas dan lebih baik lagi jika terbuat dari bahan GoreTex & Trade, dan sebaiknya tahan air (waterproof).

v Keras bagian depannya untuk melindungi ujung jari kaki dari benturan.

v Bentuk sol bawahnya dapat menggigit ke segala arah dan cukup kaku. Sol karet dengan kembang yang besar akan membantu kaki menunjang badan dengan baik.

v Ada lubang ventilasi beersekat halus.

b. Kaos kaki, berfungsi untuk menghindari lecet pada kaki akibat gesekan dengan sepatu atau benda-benda yang masuk dalam sepatu serta menjaga kaki tetap hangat. sebaiknya gunakan selalu dua pasang kaos kaki, yaitu yang yang berbahan wol terlebih dahulu untuk menjaga kaki tetap hangat, kemudian kaos kaki berbahan sintetis yang menyerap keringat. Bawalah selalu kaos kaki khusus untuk camping.

c. Celana, berfungsi untuk melindungi tubuh bagian bawah dari kondisi alam sekitar. Celana yang digunakan dalam perjalanan alam terbuka sebaiknya:

v Bisa terbuat dari katun tipis.

v Kuat, lembut ringan dan praktis.

v Tidak mengganggu gerakan kaki.

v Terbuat dari bahan yanng menyerap keringat.

v Mudah kering. Bila basah, tidak terlalu menambah berat.

Sebaiknya juga membawa celana wind and water proof (terbuat dari bahan hydroproof yang breathable). Celana tersebut sangat berguna sekali dalam kondisi hujan.

d. Baju, berfungsi untuk melindungi tubuh bagian atas dari kondisi alam sekitar. baju yang digunakan dalam kegiatan alam bebas sebaiknya

v Kuat ringan tidak mengganggu pergerakan.

v Terbuat dari bahan yang menyerap keringat seperti baju berbahan woll. Baju berbahan katun juga baik digunakan tapi jika basah, baju ini tidak dapat menjaga badan tetap hangat .

v Praktis dan mudah kering.

v Berlengan panjang.

Bawalah kaos (t-shirt) secukupnya atau disesuaikan jumlahnya (pakaian cadangan) dan kemeja katun/flannel lengan panjang atau kaos lengan panjang.

e. Pakaian dalam secukupnya

f. Jaket, berfungsi untuk menghangatkan badan sebaiknya:

v Kuat, ringan dan hangat.

v Lightweight Pile Jacket atau Sweater Wool.

v Wind and Water Proof Jacket (terbuat dari bahan hydroproof yang breathable) dan harus pas pada saat dipakai pada lapisan ketiga.

g. Topi/penutup kepala, berfungsi untuk untuk melindungi kepala dari panas, hujan dan kemungkinan cidera akibat duri. Topi yang digunakan bias berbantuk topi rimba, kupluk atau topi bisbol. Sebaiknya berbahan kuat dan tidak mudah robek.

h. Sarung tangan, berfungsi untuk menghindari kemungkinan cedera kakibat duri dan melindungi dari cuaca dingin. Sarung tangan sebaiknya terbuat dari bahan yang tidak kaku dan tidak menghalangi pergerakan misalnya yang berbahan wol yang juga dapat melindungi dari udara dingin.

i. Ikat pinggang, selain menjaga agar celana tidak melorot, dapat juga diggunakan sebagai tempat menggantungkan alat-alat yang perlu cepat dijangkau, seperi pisau pinggang, tempat air minum, dan lain sebagainya. Sebaiknya dari bahan yang kuat dengan kepala yanng tidak terlalu besar.

j. Ransel, (carrier) atau backpack berfungsi sebagai tempat menyimpan semua perlengkapandan logistic selama perjalanan. Sebaiknya:

v Ringan, kuat, sesuai dengan kebutuhan dan keadaan medan, nyaman dan praktis.

v Pilihlah yang frame-nya berada di dalam (internal frame) dan mempunyai sabup pinggang.

Untuk melindungi ransel, bawa serta rain cover ransel. Jika tidak ada, gunakan polybag atau kantung sampah besar.

k. Lampu sentersebagai alat penerangan pilihlah seter water proof dan dilapisi karet dan selalu bawa bola lampu serta baterai cadangan.

l. Alat potong, pengiris, terdiri dari:

v Pisau saku serbaguna.

v Pisau pinggang.

v Golok tebas.

m. Perlengkapan tidur, terdiri dari:

v Satu set pakaian tidur (bukan pakaian saat aktivitas/perjalanan).

v Kaos kaki untuk tidur.

v Sleeping bag. Ada dua pilihan yaitu yang berbahan sintetis dan yang berbahan bulu angsa yang lebih ringan dan hangat.

v Matras. Ada dua pilihan matras yang bias digunakan. Pertama, berbahan karet tipis yang digulung. Kedua, berbahan aluminium yang praktis.

v Tendaatau ponco/plastic untuk bivak.

n. Perlengkapan masak dan makan, terdiri dari:

v Botol air/jerigen

v Alat masak lapangan; trangia,kompor gas portable, misting, dan sejenisnya.

v Alat banntu makan lainnya; piring, sendok, cangkir atau mug danlain-lain.

v Alat pembuat api; korek api, lilin, spirtus, paraffin, dan sejenisnya. Apabila membawa korek api batangan, simpan di dalam bekas tempat film (foto), agar selalu kering. Jika perlu masukkan ke dalam kantung plastic.

v Tempat air; vedples, platypus atau botol plastic

o. Perlengkapan Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K) atau fisrt aid kit

p. Peralatan navigasi

v Kompas.

v Peta.

v Busur derajat.

v Alat tulis.

v dll.

q. Perlengkapan MCK; sikat gigi,pasta gigi, sabun, handuk dll.

v Sikat gigi.

v Pasta gigi.

v Sabun.

v Handuk.

v dll.

r. Lain-lain

v Jarum jahit dan benang secukupnya

v Peniti

v Kantung plastik serbaguna

v Peluit/sempritan

v Tali kecil

v Lensa/cermin suryakanta.

v dll.

2. Perlengkapan Kegiatan Khusus

Perlengkapan kegiatan khusus adalah perlengkapan yang disesuaikan dengan kegiatan yang akan dilakukan, misalnya headlamp dan helm untuk kegiatan caving.

3. Perlengkapan Tambahan

Perlengkapan tambahan adalah perlengkapan yang dibawa hanya sekedar sebagai tambahan saja, walaupun tidak dibawa, bukan hal yang terlalu berpengaruh dalam kegiatan, namun apabila dibawa akan meningkatkan kenyamanan dalam perjalanan. Contohnya, radio/pemutar music.

E.PACKING

Pengepakan barang (packing) merupakan salah satu faktor yanng sangat berpengaruh terhadap kenyamanan selama melakukan perjalanan. Menyusun perlengkapan bukanlah pekerjaan yang mudah dan sembarangan. Terkadang carrier/backpack yang kita bawa terasa tidak nyaman dan sangat berat. Hal itu disebabkan oleh kesalahan dalam menyusun perlengkapan kedalam carrier/backpack.

Beberapa prinsip dasar paking secara singkat;

1. Satukan perlengkapan, barang-barang dan logistik sesuai jenisnya masing-masing dalam satu kantung sebelum memasukkannya ke dalam carrier/backpack.

2. Tempatkan barang-barang yang berat pada posisi paling atas. Hal ini penting dilakukan agar berat keseluruhan beban di carrier/backpack tidak jatuh di pinggang atau di punggung. Dengan berpegang pada prinsip ini, maka fungsi carrier/backpack sebagai pembawa beban akan tercapai dengan baik.

3. Meletakkan barang pada carrie/backpackr bagian bawah, tengah dan atas sesuai dengan keperluannya. Tempatkan baranng-barang yanng sering dipakai pada bagian atas atau kantong tambahan pada carrier/backpack agar mudah di jangkau. Sedangkan barang-barang yang penggunaannya jarang (digunakan pada saat-saat tertentu saja), letakkan pada bagian bawah.

4. Gunakanlah tempat-tempat kosong yang anda bawa seefektif mungkin.

5. Masukkanlah barang-barang, terutama pakaian tidur dan peralatan elektronik ke dalam kantung plastic atau polybag agar tidak basah.

6. Buatlah checklist perlengkapan agar tidak ada barang yang tertinggal.

F. 10 ESSENSIAL

1. PAKAIAN EKSTRA

Berapa pakaian ekstra yang dibutuhkan? Tanyakan pada diri kita pertanyaan ini: "Apa saja yang saya butuhkan untuk survive pada kondisi yang parah, apakah saya akan realistik menghadapinya?" Ingat, pakaian ekstra berarti sebagai tambahan terhadap pakaian dasar pendakian kita, yang meliputi seluruh pakaian termasuk kaos kaki luar dan dalam, sepatu boot, pakaian dalam, Celana dan baju untuk jalan, sweather, atau jaket fleece, topi, sarung tangan atau Jas hujan atau rain coat. Pertimbangkan juga pakaian dalam baju yang berlengan panjang, balaclava, headaband yang berfungsi sebagai penutup kuping. Meskipun merupakan tambahan terhadap berat akan tetapi sebanding dengan faktor kehangatannya.

2. KOMPAS

Kompas merupakan peralatan yang penting untuk bernavigasi dan route finding, setiap anggota kelompok pendakian seharusnya memilikinya dan mengetahui cara pakainya.

3. FIRE STARTER ( PEMBUAT API)

Bahan pembuat api, Fire starter atau pembuat api mampu menyediakan suatu nyala api yang mantap atau suatu sumber panas yang keras untuk membakar kayu basah atau membuat api emergency. . Pembuat api pada umum meliputi lilin, bahan panas kimia, panas kalengan, magnesium, atau yang untuk digunakan di gunung yang tinggi dan kompor cadangan.

4. PERSEDIAAN P3K

Karena pendakian gunung merupakan salah satu oleh raga yang beresikoSince climbing is an inherently dangerous sport it is essential that climbers carry first-aid supplies. At minimum your kit sould contain gauze pad in various sizes, roller gauze, small adhesive bandages, butterfly bandages, triangular bandages, battle dressing (or Carlisle bandages), cleansers or soap, latex gloves, and pencil and paper.

5. MAKANAN EKSTRA

Pada hampir semua pendakian, persediaan makanan darurat utuk satu hari adalah merupakan persediaan yang layak. Pilihan makanan darurat hendaknya yang tidak memerlukan proses memasak dan mempunyai energi yang tinggi berbanding kepada bobot beratnya serta tahan lama. Buah kering, GORP, granola, makanan tempur tentara, power bar serta power gel. Jika pengunaan kompor masih memungkinkan, bahan makanan yang dibekukan, Oatmeal, sup instant, dan mie adalah pilihan yang baik.

6. HEADLAMP ATAU SENTER

Tidak perduli kapanpun rencana pendakian yang akan dilakukan siang atau malam, bawalah selalu headlamp atau lampu senter dengan baterei dan bohlam ekstranya. Banyak orang mengatakan headlamp lebih praktis dan menyenangkan sebab kedua tangan kita bebas untuk melakukan kegiatan yang lebih penting. Ingatlah cahaya adalah hal yang penting, jadi belilah peralatan yang berkualitas. Untuk senter yang tahan air sudah pasti akan mempunyai harga yang lebih mahal. Akan tetapi kita akan puas saat menggunakannya digunung yang basah dan lembab.

7. PISAU

Pisau berguna untuk mempersiapkan makanan, P3K, reparasi, dan di kasus-kasus tertentu digunakan untuk memanjat. Pisau harus mempunyai dua lipatan mata pisau ( jika salah satunya rusak), obeng kembang dan obeng minus, jarum tusuk, dan gunting lipat. Item lain yang bermanfaat meliputi pembuka kaleng dan pembuka botol, serta penjepit. Juga selalu membantu pasangkan tali sebagai pengaman agar tidak terjatuh tanpa kita ketahui.

8. PETA

Tiap-Tiap anggota regu atau individu harus membawa peta topografis yang detail daerah yang dikunjungi. Dan harus membawanya dalam wadah plastik yang tahan air.

9. KOREK API

Pendaki perlu selalu membawa persediaan korek api sebagai persediaan darurat yang disimpan dalam wadah tahan air. Ini adalah sebagai tambahan terhadap persedian lighter atau korek api yang biasa kita bawa.Bagaimanapun juga, persediaan cadangan untuk emergency harus selalu korek api (yang tidak mempunyai kegagalan teknis) Jenis apapun korek api yang kita gunakan, harus selalu di tes kemampuan kerjanya, hindari membawa korek api yang sudah lembab.

10. SUNGLASS DAN SUNSCREEN

Langit yang bersih dan cermelang di pegunungan membuat krim perlindungan matahari menjadi perlu ada pada setiap perjalanan. Seperti yang kita ketahui sukar untuk menghindari matahari ketika berada di atas pegunungan yang terbuka. Sinar ultralviolet di atas ketinggian pegunungan adalah 50% lebih kuat dari pada di permungkaan laut.

G. TIPS MEMILIH BAJU UNTUK TRACKING

Untuk Trekking menyusuri pegunungan atau hutan ada beberapa hal yang harus Anda perhatikan. Salah satunya adalah pakaian. Soalnya, pakaian yang kurang tepat dapat mengganggu petualangan, entah Anda menjadi kedinginan atau sebaliknya kepanasan. Bagaimana memilih pakaian yang tepat?

Memilih pakaian untuk petualangan harus disesuaikan dengan iklim dan cuaca pada saat Anda melakukan kegiatan tersebut. Penyesuaian itu menyangkut jenis bahan maupun model yang akan Anda pakai. Apalagi jika Anda bermukim di daerah yang memiliki berbagai musim. Berikut ini beberapa petunjuk yang dapat Anda jadikan pedoman:

1. Pakaian lapisan dalam

Pakaian tersebut akan bersentuhan langsung dengan kulit Anda. Untuk itu pilihlah baju dari bahan yang mudah menguapkan keringat Anda tanpa menyebabkan Anda merasa basah dan dingin. Kain katun dapat menyerap keringat tetapi tidak mampu menguapkan keringat itu. Untuk hawa dingin gunakan kain dari polypropylene (seperti Capiline, Thermion, Thermax dan Thermastat) dan longjohns. Namun bila cuaca agak panas, Anda dapat mengenakan kain CoolMax, Supplex atau polyester microfiber.

2. Pakaian lapis kedua

Jika hawanya dingin gunakan pakaian dari bahan yang dapat menambah kehangatan tubuh Anda. Pakaian itu bisa berupa pakaian atau celana dari bahan wool, fleece, pile, atau down. Namun bila Anda berjalan pada musim panas, tanggalkan pakaian tersebut karena menambah panas tubuh Anda.

3. Pakaian luar

Pakaian luar ini akan melindungi Anda dari berbagai hal dan juga menghangatkan tubuh Anda. Jaket yang tahan air adalah pakaian yang tepat untuk lapisan luar. Bila musim hujan gunakan pakaian luar dari kain yang memudahkan Anda bernafas seperti Goretex atau Ultrex. Bahan itu memang lebih mahal dibanding jas hujan biasa, tetapi pakaian tersebut akan memberikan kenyamanan yang lebih baik karena bisa menjaga sirkulasi udara dalam tubuh Anda.

Nah, dengan pakaian semacam itu Anda dapat melakukan trekking tanpa merasa kedinginan di saat musim dingin. Dan jika Anda merasa kepanasan Anda tinggal melepas pakaian pada lapis kedua. Bila masih kepanasan juga, Anda tinggal menanggalkan pakain luar. Mudah bukan?


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar